Profil Fakultas Ilmu Budaya UHO
Selayang Pandang
Wacana pendirian Fakultas Ilmu Budaya telah lama berkembang
di Universitas Halu Oleo. Wacana tersebut mulai dihembuskan untuk
menjawab tuntutan pengembangan ilmu budaya, bahasa, dan sastra dalam
pembangunan masyarakat Indonesia pada umumnya, dan Sulawesi Tenggara
pada khususnya. Meskipun telah lama diwacanakan, upaya untuk
merealisasikan pendirian fakultas ini baru dimulai pada tahun 2011
dengan membentuk beberapa program studi baru di bawah Jurusan
Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UHO. Untuk tahap awal,
dibentuk dua program studi baru, yaitu: (1) Sastra Indonesia dan (2)
Sastra Inggris yang mulai menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik
2011/2012. Setelah itu, dibentuk lagi tiga program studi, yaitu: (1)
Arkeologi, (2) Ilmu Sejarah, dan (3) Tradisi Lisan yang mulai menerima
mahasiswa pada tahun akademik 2013/2014.
Kerja panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo akhirnya resmi berdiri dan disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 001/SK/UN29/PP/2014 tertanggal 2 Januari 2014. Sehari berselang, Rektor Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, M.S., melantik Prof. Dr. H. Nasruddin Suyuti, M.Si. sebagai dekan dari fakultas termuda di universitas negeri pertama di Sulawesi Tenggara ini. Pengesahan dan pelantikan tersebut menandai hijrahnya Jurusan Antropologi beserta kelima program studi barunya, dari FISIP UHO ke FIB UHO.
Pada tahun 2014, terjadi pergantian pimpinan di fakultas Ilmu Budaya. Prof. Dr. H. Nasruddin Suyuti, M.Si digantikan oleh Dra. Wa Ode Sitti Hafsah, M.Si, yang dilantik pada tanggal ……… oleh Rektor Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, M.S.
Dalam melaksanakan tugasnya, dekan FIB dibantu oleh tiga orang Wakil Dekan, yakni Akhmad Marhadi, S.Sos., selaku Wakil Dekan I, Drs. Syamsumarlin, M.Si, selaku Wakil Dekan II dan Basrin Melamba, S.Pd., M.A, selaku Wakil Dekan III. Hingga saat ini, Fakultas Ilmu Budaya telah memiliki 54 orang tenaga Pendidik yang bertatus Dosen Tetap (PNS) dan …… Dosen Tetap Non PNS.
VISI
Visi Fakultas Ilmu Budaya Pada Tahun 2019:
Menjadi fakultas yang maju, bermartabat, berbudaya akademik dan cerdas konprehensif serta menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kreativitas dalam pembangunan kebudayaan, yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat maritim dan pedesaan.
Maju adalah kemampuan untuk mencapai nilai atau standar tertentu yang diakui dalam pelaksanaan Tridharma yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian pada masyarakat. Standar disesuaikan dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Fakultas Ilmu Budaya yang maju dapat juga dilihat/diukur dari kualitas karya ilmiah yang dihasilkan termasuk kiprah civitas akademika dalam berbagai kegiatan ilmiah dan kemasyarakatan di tingkat nasional;
Bermartabat adalah tingkat harkat kemanusiaan atau harga diri. Fakultas yang bermartabat adalah fakultas yang menjadikan civitas akademiknya mempunyai harga diri yang tinggi, berpedoman kepada keyakinan dasar, nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur. Menghargai eksistensi hak asasi manusia dengan prinsip kesetaraan dan keadilan. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain;
Berbudaya Akademik adalah semua kegiatan akademiknya akan senantiasa untuk menemukan cara efektif dan efisien, memiliki kompetensi dan kapabilitas, berwawasan, memahami cara mengimplementasi IPTEKS dengan baik serta menjunjung tinggi profesionalisme;
Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude,dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, dan semuanya relatif berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya dengan berdasarkan nilai-nilai profesionalisme;
Cerdas komprehensif meliputi cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas sosial, cerdas intelektual, dan cerdas kinestetis.
Makna cerdas komprehensif
Cerdas spiritual:
Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul.
Cerdas Emosional dan Social:
Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiativitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya, serta kompetensi untuk mengekspresikannya.
Cerdas Sosial:
Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang (a) Membina dan memupuk hubungan timbal balik; (b) Demokratis; (c) Empatik dan Simpatik; (d) Menjunjung tinggi hak asasi manusia; (e) Ceria dan percaya diri; (f) Menghargai kebinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara; (g) Berwawasan kebangsaan degan kesadaran akan hak dan kewajiban warga Negara.
Cerdas intelektual:
Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Aktualisasi insan intelektual yang kritis, kreatif, inovatif dan imajinatif.
Cerdas kinestetis:
Beraktualisasi diri melalui olahraga untuk mewujudkan insan yang sehat, bugar dan berdaya tahan, sigap, terampil, dan berintegritas.
MISI
Misi Fakultas Ilmu Budaya Tahun 2019:
Tujuan Strategis yang ingin dicapai Fakultas Ilmu Budaya, adalah:
PRODI/JURUSAN
TENAGA PENDIDIK (DOSEN) FAKULTAS ILMU BUDAYA UHO
INSTANSI DALAM NEGERI YANG MENJALIN KERJASAMA DENGAN FAKULTAS ILMU BUDAYA DALAM TIGA TAHUN TERAKHIR
Kerja panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo akhirnya resmi berdiri dan disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 001/SK/UN29/PP/2014 tertanggal 2 Januari 2014. Sehari berselang, Rektor Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, M.S., melantik Prof. Dr. H. Nasruddin Suyuti, M.Si. sebagai dekan dari fakultas termuda di universitas negeri pertama di Sulawesi Tenggara ini. Pengesahan dan pelantikan tersebut menandai hijrahnya Jurusan Antropologi beserta kelima program studi barunya, dari FISIP UHO ke FIB UHO.
Pada tahun 2014, terjadi pergantian pimpinan di fakultas Ilmu Budaya. Prof. Dr. H. Nasruddin Suyuti, M.Si digantikan oleh Dra. Wa Ode Sitti Hafsah, M.Si, yang dilantik pada tanggal ……… oleh Rektor Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, M.S.
Dalam melaksanakan tugasnya, dekan FIB dibantu oleh tiga orang Wakil Dekan, yakni Akhmad Marhadi, S.Sos., selaku Wakil Dekan I, Drs. Syamsumarlin, M.Si, selaku Wakil Dekan II dan Basrin Melamba, S.Pd., M.A, selaku Wakil Dekan III. Hingga saat ini, Fakultas Ilmu Budaya telah memiliki 54 orang tenaga Pendidik yang bertatus Dosen Tetap (PNS) dan …… Dosen Tetap Non PNS.
Visi, Misi, Tujuan, Motto dan Maklumat Pelayanan
Visi Fakultas Ilmu Budaya Pada Tahun 2019:
Menjadi fakultas yang maju, bermartabat, berbudaya akademik dan cerdas konprehensif serta menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kreativitas dalam pembangunan kebudayaan, yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat maritim dan pedesaan.
Maju adalah kemampuan untuk mencapai nilai atau standar tertentu yang diakui dalam pelaksanaan Tridharma yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian pada masyarakat. Standar disesuaikan dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Fakultas Ilmu Budaya yang maju dapat juga dilihat/diukur dari kualitas karya ilmiah yang dihasilkan termasuk kiprah civitas akademika dalam berbagai kegiatan ilmiah dan kemasyarakatan di tingkat nasional;
Bermartabat adalah tingkat harkat kemanusiaan atau harga diri. Fakultas yang bermartabat adalah fakultas yang menjadikan civitas akademiknya mempunyai harga diri yang tinggi, berpedoman kepada keyakinan dasar, nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur. Menghargai eksistensi hak asasi manusia dengan prinsip kesetaraan dan keadilan. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain;
Berbudaya Akademik adalah semua kegiatan akademiknya akan senantiasa untuk menemukan cara efektif dan efisien, memiliki kompetensi dan kapabilitas, berwawasan, memahami cara mengimplementasi IPTEKS dengan baik serta menjunjung tinggi profesionalisme;
Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude,dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, dan semuanya relatif berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya dengan berdasarkan nilai-nilai profesionalisme;
Cerdas komprehensif meliputi cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas sosial, cerdas intelektual, dan cerdas kinestetis.
Makna cerdas komprehensif
Cerdas spiritual:
Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul.
Cerdas Emosional dan Social:
Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiativitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya, serta kompetensi untuk mengekspresikannya.
Cerdas Sosial:
Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang (a) Membina dan memupuk hubungan timbal balik; (b) Demokratis; (c) Empatik dan Simpatik; (d) Menjunjung tinggi hak asasi manusia; (e) Ceria dan percaya diri; (f) Menghargai kebinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara; (g) Berwawasan kebangsaan degan kesadaran akan hak dan kewajiban warga Negara.
Cerdas intelektual:
Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Aktualisasi insan intelektual yang kritis, kreatif, inovatif dan imajinatif.
Cerdas kinestetis:
Beraktualisasi diri melalui olahraga untuk mewujudkan insan yang sehat, bugar dan berdaya tahan, sigap, terampil, dan berintegritas.
MISI
Misi Fakultas Ilmu Budaya Tahun 2019:
- Menyelenggarakan pendidikan di bidang Ilmu Pengetahuan Budaya,
berbasis riset sehingga lulusannya memiliki kreativitas dan berdaya
saing tinggi dalam kancah global.
- Menyelenggarakan penelitian kebudayaan pada masyarakat maritim dan
perdesaan yang berorientasi pada publikasi dan perolehan HAKI.
- Menerapkan hasil-hasil penelitian bidang kebudayaan dalam rangka
melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya berbasis kearifan
lokal pada masyarakat maritim dan perdesaan.
- Menyelenggarakan tata kelola fakultas yang mandiri, transparan dan
akuntabel sehingga mampu memberikan layanan prima pada masyarakat multi
kultural.
- Mengembangkan potensi mahasiswa di bidang kerohanian dan karakter,
penalaran olahraga dan seni, serta kewirausahaan guna mendukung
pengembangan masyarakat berbasis kearifan lokal untuk membangun atmosfir
akademik fakultas di tingkat Nasional dan Internasional.
- Menyelenggarakan penciptaan fakultas berbasis budaya lokal, yang nyaman, aman dan berwawasan lingkungan untuk mendukung penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi.
Tujuan Strategis yang ingin dicapai Fakultas Ilmu Budaya, adalah:
- Dihasilkannya lulusan yang bermutu, berbudaya akademik dan berdaya saing;
- Tercapainya peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian yang
memiliki daya saing di tingkat Regional, tingkat Nasional bahkan
Internasional;
- Tersedianya sistem tata kelola yang baik (good faculty governance);
- Tercapainya peningkatan prestasi mahasiswa dalam kegiatan penalaran,
minat bakat, dan kewirausahaan di tingkat Regional maupun Nasional;
- Terciptanya Kampus Fakultas Ilmu Budaya yang aman, nyaman dan
berwawasan lingkungan untuk mendukung penyelenggaraan tridharma
perguruan tinggi;
- Terwujudnya sistem penjaminan mutu akademik secara menyeluruh di Jurusan/Program Studi
PRODI/JURUSAN
- ANTROPOLOGI
- SASTRA INGGRIS
- SASTRA INDONESIA
- SASTRA INDONESIA (KONSENTRASI ARAB)
- TRADISI LISAN
- ILMU SEJARAH
- ARKEOLOGI
TENAGA PENDIDIK (DOSEN) FAKULTAS ILMU BUDAYA UHO
Kerjasama Dalam Negeri
| No. | Nama Instansi | Jenis Kegiatan | Kurun Waktu Kerja Sama | Manfaat yang telah diperoleh | |
| Mulai | Berakhir | ||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) |
| 1 | Barisda Sultra | Penelitian | 2013 | 2014 | Penentukan arah kebijakan di bidang sosial budaya |
| 2 | Pemda kab. Konkep | Penelitian Sejarah | 2013 | 2014 | Data Base Potensi Daerah Dalam Menentukan Arah Kebijakan |
| 3 | Pemda Konsel | Penelitian studi aspirasi warga miskin | 2010 | 2011 | Data base pengambilan kebijakan tentang penangan kemiskinana‘ |
| 4 | Pemkot Bau-Bau | Penelitian model pengembangan makan trdisional | 2012 | 2013 | Untukrefitalisasi makanan tradisional |
| 5 | Dinas Sosial Sultra | Penelitian Pemetaan Konflik | 2013 | 2014 | Untuk mengetahui data base potensi dan cara penaganannya |
| 6 | Pemda Konsel | Penelitian | 2013 | 2014 | Untuk mengetahui nilai sosial budaya yang berlaku di msyarakat |
| 7 | Pemda konsel | Penelitian | 2010 | 2011 | Zakat sebagai alternatif dalam menangi ekonomi masyarakat |
| 8 | Pemda kolaka utara | Penelitian | Juli 2014 | Sept. 2014 | Mengetahui peluang-peluang investasi di kolaka utara |
| 5 | Perpustakaan dan Arsip | Pelayanan Literatur Mahasiswa |
2010 | 2012 | Pengembangan ilmu |
| 6 | Kementerian Luar Negeri | Pelatihan Workshop | 2010 | 2012 | Pengembangan ilmu |
| 9 | Kab.Wakatobi | Penelitian | Agustus 2012 | Sept. 2012 |
Dapat mengetahui sumber – sumber pendapatan asli daerah diberbagai sektor dan bidang |
| 10 | Dinas Sosial Propinsi Sulawesi Tenggara | Penelitian (tahap I) |
Agustus 2012 | Sept. 2012 |
Dapat mengetahui jenis – jenis konflik serta potensi konflik yang ada di daerah rawan konflik serta proses penyelesaiannya. |
| 11 | Dinas Sosial Propinsi Sulawesi Tenggara | Penelitian (tahap II) |
Juli 2014 |
Sept. 2014 |
Dapat mengetahui jenis – jenis serta potensi konflik serta penyelesaiannya. |
| 12 | Badan Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Makassar | Penelitan | Agustus 2012 |
Sept. 2012 |
Dapat menemukan metode untuk memberdayakan kondisi adat terpencil pada suku Bugis |
| 13 | Dinas Sosial Kab.Konawe Utara | Penelitain | Juli 2013 |
Sept. 2013 |
Dapat mengetahui layak atau tidaknya suatu lokasi dapat dijadikan sebagai lokasi KAT |
| 14 | Dinas Sosial Propinsi Sulawesi Tenggara | Penelitian | April 2014 |
Juni 2014 |
Untuk mengetahui lokas – lokasi yang dapat dijadikan sebagai tempat pemilihan komunitas adat terpencil |
| 15 | Kabupaten Muna | Penelitian | Juli 2012 |
Sept. 2012 |
Mengetahui bagaimana kepuasan masyarakat terkait dengan pelayanan pemerintah Kab.Muna. |
| 16 | Komisi Pemilihan Umum | Seleksi anggota KPUD | 2013 | 2013 | Terpilih komisioner KPUD Provinsi Sultra |
| 17 | KPU Provinsi Sultra | Sosialisasi dan Pelatihan | 2012 | 2012 | Pendidikan Politik Pemilih Pemula bagi Siswa/Siswi SMA/SMK/MA Negeri/Swasta |
| 18 | CEPP Uni-Link | Rakernas | 2012 | 2013 | Program Kerja Nasional CEPP |
| 19 | Balitbang kab. Bombana | Penelitian | 2012 | 2013 | Memahamai dampak sosial masyarakat di daerah pertambangan |
| 20 | Kab. Kolaka | Penelitian | 2012 | 2013 | Mehamai budaya lulo dan simbol/makna didalamnya |
| 21 | Diknas Provinsi | Pengabdian | 2010 | 2012 | Memberikan kampanye tentang bahaya narkoba bagi kalangan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah umum (SMU) |
| 22 | Diknas Provinsi | Pengabdian | 2012 | 2013 | Mengetahui Pengetahuan lokal orang bajo tentang Pendidikan anak |
| 23 | Diknas Provinsi | 2013 | 2014 | Memahami Pengetahuan masyakat tentang pengolahan pohon aren menjadi gula aren dan makanan tradisional | |
| 24 | Kementrian Pariwisata | Tim perumus/juri | 2013 | 2013 | Mengaktualisasikan nilai-nilai kepahlawanan R.A. Kartini melalui berbagai jenis kegiatan dan Lomba antar Kabupaten di Pakujembara dan Ratubangnegoro. |
| 25 | Universitas Indonesia (UI) | Pelatihan | 2014 | 2014 | Peningkatan Kesadaran Kewarganegaraan, Nasionalisme, dan Kebangsaan Melalui Pelatihan MICE & Events Para Dosen/Calon Dosen/Trainer Mata Kuliah Pariwisata, bagi PNS Tk I, II, dan Karyawan Perusahaan Swasta dari Seluruh Indonesia |
| 26 | Pemda Konawe Kepulauan | Tim Penyusun | 2014 | 2014 | Menyusun Master Plan Pengembangan UMKM di Kabupaten Konawe Kepulauan |
| 27. | Diknas Provinsi Sultra | TIM PENYUSUN | 2014 | 2014 | Menyusun Kurikulum Pembelajaran Muatan Lokal Di Sultra |
| 28 | Balai pelestarian cagar budaya Sulsel,Sulbar Dan Sultra | Kerja sama | 2013 | 2018 | Menunjang di bidang penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian |
| 29. | MLI (masyarakat linguistik Indonesia) | Ketua MLI Cabang Sultra | 2013 | 2016 | Menjadi ketua cabang untuk menyusun tentang ekolingiustik |
| 30. | Asosiali Peneliti Bahasa-Bahasa Lokal | Ketua APBL Cabang Sultra | 2014 | 2015 | Mengetahui dan menyusun potensi-potensi bahasa lokal di Sultra |
| 31. | Perpustakaan Nasional Republik Indonesia | Kerjasama | 2014 | 2017 | Meningkatkan hubungan kelembagaan antara kedua pihak |
| 32. | Pemerintah Kabupaten Muna | Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat | 2014 | 2019 | Memberikan sumbangan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni |
| 33. | Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur | Pendidikan dan Pengajaran Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat | 2015 | 2020 | Meningkatakan Pengembangan dalam berbagai bidang, mendukung peningkatan Pembangunan daerah |
| 34. | Universitas Udayana, Denpasar Bali | Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat | 2015 | 2019 | Terjalin hubungan yang baik antar perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pelaksanaan Tridharma |
